Selasa, 09 Juni 2015
PARAGRAF : RAGAM PARAGRAF OLEH KI PANDHU ARYA DINATA
Ide pokok adalah ide yang menjadi pokok pengembangan paragraf. Ide pokok ini terdapat dalam kalimat utama. Dalam satu paragraf hanya ada satu ide pokok. Nama lain ide pokok adalah gagasan utama, gagasan pokok, pikiran utama.
Kalimat utama adalah 1. kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok paragraf, 2. kalimat yang menjadi dasar pengembangan paragraf. Dalam satu paragraf hanya terdapat satu kalimat utama. Istilah lain kalimat utama, ialah kalimat topik.
Kalimat utama ini dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain dalam paragraf tersebut, yang disebut dengan kalimat penjelas.
Kalimat penjelas yaitu kalimat yang menjelaskan kalimat utama.
Gagasan penjelas ialah gagasan yang terdapat dalam kalimat penjelas.
Paragraf Deduktif ialah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Kalimat-kalimat berikutnya merupakan kalimat-kalimat penjelas.
Contoh 1 Paragraf Deduktif;
(1) Seseorang akan diuji dengan apa yang ia memiliki. (2) Ketika ia memiliki ilmu, maka dia akan diuji dengan ilmu tersebut sejauh mana ilmu itu bermanfaat. (3) Ketika seseorang mempunyai harta maka dia akan diuji dengan sejauh mana ia mampu mendistribusikan hartanya kepada orang lain.
Kalimat (1) kalimat utama, sedangkan kalimat (2) dan (3) kalimat-kalimat penjelas.
Kalimat utama : Seseorang diuji dengan apa yang ia miliki. Ide pokoknya adalah ujian untuk seseorang (atau bisa juga ujian untuk seorang manusia).
Contoh 2 Paragraf Deduktif
(1) Menkominfo Tifatul Sembiring mengancam akan menutup layanan Blackberry di Indonesia bila produsennya, Research in Motion (RIM), menolak untuk memblokir konten pornografi. (2) ”Kami sudah memanggil RIM yang sudah bekerja sama dengan enam operator di Indonesia,” kata Tifatul di Jakarta, Selasa. (3) Ia mengatakan, bila ternyata konten pornografi Internet masih dapat diakses melalui Blackberry, pihaknya akan dengan tegas memberikan teguran kepada pabrikan ponsel pintar tersebut. (4) Menteri menyatakan tidak akan segan-segan menutup layanan Blackberry di Indonesia bila RIM menolak memblokir pornografi.
Kalimat (1) kalimat utama, kalimat (2), (3) dan (4) kalimat-kalimat penjelas.
Kalimat utama : Menkominfo Tifatul Sembiring mengancam akan menutup layanan Blackberry di Indonesia bila produsennya, Research in Motion (RIM), menolak untuk memblokir konten pornografi. Ide pokoknya adalah ancaman Menkominfo Tifatul Sembiring.
Paragraf Induktif ialah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. Beberapa kalimat penjelas disampaikan terlebih dahulu, kemudian diakhiri dengan kalimat utama.
Contoh 1 Paragraf Induktif
(1) Ini adalah pelajaran yang mesti diketahui setiap orang tua. (2) Doa mereka sungguh ajaib jika itu ditujukan pada anak-anak mereka. (3) Jika orang tua ingin anaknya menjadi saleh dan baik, maka doakanlah mereka karena doa orang tua adalah doa yang mudah diijabahi. (4) Jika orang tua mendoakan jelek pada anaknya, maka itu pun akan terkabulkan. (5) Jadi, orang tua mesti hati-hati dalam mendoakan anaknya.
Kalimat (1), (2), (3), dan (4) kalimat-kalimat penjelas, sedangkan kalimat (5) kalimat utama.
Kalimat utama: Jadi, orang tua mesti hati-hati dalam mendoakan anaknya. Ide pokoknya adalah hati-hati mendoakan anak.
Contoh 2 Paragraf Induktif
(1) Orang yang sekali melakukan dosa dan ia enggan bertobat, maka ia akan tergoda untuk melakukan yang kedua kali, ketiga kali, dan seterusnya. (2) Lalu dosa-dosanya itu akan semakin bertumpuk-tumpuk sehingga mengalahkan amal baiknya. (3) Ibarat racun dalam tubuh, dosanya akan menggerogoti kesehatannya dari ke hari, sehingga tubuhnya kian lemah dan penuh penyakit. (4) Sesungguhnya dosa besar maupun kecil bila dilakukan secara terus-menerus akan berdampak sangat buruk bagi pelakunya.
Kalimat (1), (2), dan (3) kalimat-kalimat penjelas, sedangkan kalimat (4) kalimat utama.
Kalimat utama : Sesungguhnya dosa besar maupun kecil bila dilakukan secara terus menerus akan berdampak sangat buruk bagi jiwa dan raga pelakunya. Ide pokoknya adalah dampak buruk dosa.
(1) Setiap orang bebas untuk bermimpi. (2) Seperti burung yang terbang di angkasa, setiap orang dapat memilih ingin menjadi begini dan begitu, mau ini dan itu, yang intinya menggambarkan cerita sukses kehidupan. (3) Tak pernah ada larangan untuk bermimpi. (4) Tidak juga pernah ada hukuman bagi orang yang memimpikan sesuatu.
(1) Janganlah Anda merasa menjadi orang yang paling pintar karena di luar sana banyak orang yang jauh lebih pintar dan mungkin Anda belum bisa bertemu dengan mereka. (2) Janganlah merasa Anda menjadi orang yang paling kaya karena di belahan bumi lain, banyak orang yang jauh lebih kaya daripada Anda, hanya Anda belum bertemu dengannya. (3) Jangan hanya baru mempunyai mobil seharga 200 juta, Anda merasa memiliki dunia dan meremehkan orang lain. (4) Janganlah Anda merasa orang yang paling cantik atau tampan, karena di belahan bumi lain ada orang yang jauh lebih tampan dan lebih cantik dibandingkan Anda. (5) Dan ingatlah kecantikan dan ketampanan itu tidak abadi. (6) Jangan hanya karena memiliki wajah yang mulus dan putih Anda merasa orang yang paling sempurna di dunia dan merendahkan orang yang tidak lebih baik daripada Anda. (7) Janganlah Anda merasa menjadi manusia yang paling menderita dengan masalah-masalah Anda, karena di luar sana ada orang yang jauh lebih menderita dan memiliki jutaan masalah daripada Anda. (8) Hanya saja Anda belum bertemu dengan mereka. (9) Jangan pernah merasa menjadi orang yang ”paling” di antara manusia.
(1) Coklat yang murni hadir dengan segala kesederhanaan. Manisnya pun memiliki sedikit rasa pahit. Seakan mengajari, seorang insan yang shalih tetap saja insan, bukan malaikat yang Allah ciptakan tanpa pernah akan berbuat dosa. Insan Allah kembang biakkan dari keturunan Adam. Insan, tetap saja insan yang merupakan tempatnya alpa dan kesalahan. Maka, bukankah lebih baik biarkan saja coklat tetap berwarna coklat?
8. Kalimat tidak padu dalam paragraf di atas adalah … .
(1) Di tengah kerusakan pemahaman yang semakin kuat, ada sebagian wanita yang tetap menjunjung tinggi martabat mereka. (2) Mereka memelihara nilai-nilai kefitrahan sebagai seorang hamba. (3) Pengorbanan dan perjuangan untuk mencari keridaan Allah mereka lakukan tanpa henti. (4) Mereka pahlawan dalam rumah tangga yang melahirkan pejuang-pejuang tangguh. (5) Dari rumah mereka yang penuh berkah lahirlah para pemimpin umat ini yang payah dicari bandingnya. (6) Merekalah para bidadari surga yang masih menjejakkan kakinya di bumi.
(1) Kecanduan pada pornografi bisa merusak otak. (2) Otak pecandu pornografi akan terangsang untuk memproduksi dopamin dan endorfin, yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik. (3) Dalam kondisi normal, zat-zat ini akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik. (4) Tetapi dengan pornografi, otak akan mengalami hyper stimulating (rangsangan yang berlebihan), sehingga otak sangat ekstrem, yang kemudian bisa membuat otak mengecil dan rusak.
(1) Air yang diambil dari kelapa muda merupakan cairan isotonik, yang menggantikan air dan mineral yang hilang dari tubuh akibat aktivitas fisik. (2) Atlet dan orang yang terlibat dalam aktivitas fisik yang berat perlu minum air kelapa karena membantu mereka menjaga diri dari dehidrasi. (3) Minuman ini pengganti yang cocok untuk "Gatorade" karena mengandung elektrolit lebih dari minuman energi kebanyakan. (4) Air kelapa muda sangat bermanfaat bagi kesehatan.
(1) Mabes Polri menegaskan Front Pembela Islam (FPI) tak perlu dibubarkan. (2) Penegasan itu disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution di kantornya, Jakarta (Rabu, 15/2). (3) Saud menyampaikan hal itu untuk menanggapi maraknya desakan dari elemen masyarakat yang meminta pebubaran FPI. (4) “FPI merupakan Ormas yang sebenarnya bisa dibina tanpa harus dibubarkan,” kata dia.
(1) Daerah Segitiga Bermuda sangat berbahaya bagi pelayaran dan penerbangan. (2) Kurang lebih seratus pesawat dan kapal laut hilang di daerah ini dan korbannya mencapai lebih dari 1000 orang. (3) Yang paling mengerikan kejadian yang dijuluki “Kuburan Atlantik”. (4) Kejadian ini menimpa ekspedisi skuadron ke-19 Amerika. (5) Pada hari Kamis bulan Januari 1945, lima pesawat tempur jenis TTB30 Finger berangkat dari pangkalannya di Port Louderdidle di wilayah Florida, USA. (6) Kelima pesawat itu bersama awaknya lenyap di balik kabut misterius tanpa meninggalkan jejak sedikit pun di daerah Segitiga Bermuda.
(1) Di Indonesia plagiator tidak berat hukumannya, baik secara sosial dan hukum. (2) Secara sosial, seorang plagiator tetap dihormati dan dipertimbangkan pemecatannya dalam struktur akademik. (3) Hal ini terlihat pada sanksi seorang profesor yang ketahuan plagiat dalam tulisannya di The Jakarta Post di Bandung, beberapa waktu lalu. (4) Di negara maju seperti Amerika Serikat, ketika seseorang memplagiasi, menyontek, menjiplak, menyalin tanpa menyebutkan sumbernya, atau bahkan menyalin secara keseluruhan dapat berakibat fatal, yaitu pencopotan gelar dan pekerjaannya.
(1) Orang yang membujang hidup untuk dirinya sendiri. (2) Mereka membujang bersama hawa nafsu yang selalu bergelora. (3) Kemurnian semangat dan rohaninya menjadi keruh. (4) Mereka selalu ada dalam pergolakan melawan fitrahnya, kendatipun ketakwaan mereka dapat diandalkan. (5) Pergolakan yang terjadi secara terus-menerus lama kelamaan akan melemahkan iman dan ketahanan jiwa serta mengganggu kesehatannya. (6) Orang yang enggan menikah baik itu laki-laki atau perempuan, mereka itu sebenarnya tergolong orang yang paling sengsara dalam hidup ini.
(1) Ada anggapan bahwa berpacaran sebagai masa perkenalan atau masa penjajakan yang lumrah dan wajar-wajar saja. (2) Anggapan seperti ini adalah anggapan yang salah. (3) Berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan dari berintim-intim dua insan yang berlainan jenis, terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh. (4) Semuanya haram hukumnya menurut syari'at Islam. (5) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya". (6) (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim). (7) Dalam Islam berpacaran hukumnya haram.
(1) Orang sunda kesulitan melafalkan huruf "F". (2) Kesulitan ini tidak hanya di temukan pada masyarakat awam, tapi juga pada masyarakat yang yang tergolong berpendidikan cukup tinggi. (3) Saya pernah menemukan beberapa diktat kuliah Perguruan Tinggi Negeri ternama di Bandung, yang disusun oleh dosen asli Sunda, yang banyak memuat kekeliruan penulisan antara "F" dan "P". (4) Sampai ada satu anekdot, orang-orang Sunda suka membela diri dengan mengatakan, "Siapa bilang orang Sunda tidak bisa bilang ’F’, itu teh Pitnah! Pitnah!"
Ide pokok paragraf di atas adalah ….
http://bahasaindonesiayh.blogspot.com/2012/03/ide-pokok-kalimat-utama-dan-kalimat.html
Kalimat utama adalah kalimat yang menjadi inti paragraf, biasanya kalimat ini masih umum dan diperlukan kalimat penjelas.
Kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan/memaparkan kalimat utama.
kalimat utama iu membahas tentang suatu pragraf, sedangkan kalimat penjelas:menjelaskan dari apa-apa yang dibahas menggenai kalimat utama tersebut
Sumber Tautan:
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090730094023AAZlXf5
SASTRA : TOKOH DAN PERWATAKAN TOKOH OLEH KI PANDHU ARYA DINATA
Pengertian tokoh utama, antagonis, protagonis dan figuran
Tokoh utama adalah tokoh yang sering muncul atau banyak dikisahkan dalam cerita. Tokoh utama digambarkan sebagai tokoh yang dinamis sehingga sifat mereka sewaktu-waktu bisa berubah.
Tokoh protagonis (pro = setuju, searah, sejalan; gone = sudut; sama tujuan, sama arah, sama jalan) adalah tokoh yang membawakan misi kebenaran dan kebaikan untuk menciptakan situasi kehidupan masyarakat yang damai, aman dan sejahtera.
Catatan: Ingat gedung The Pentagon (penta = lima, gon = sudut, gedung yang dibangun berbentuk segi lima).
Tokoh Protagonis (bahasa Yunani: protagonistes) adalah tokoh utama dalam buku, film, permainan video, maupun teater. Dalam literatur, protagonis adalah tokoh yang melawan antagonis. Protagonis sering merupakan seorang pemeran utama, kadang-kadang seorang jagoan atau hal lainnya yang merupakan konflik dengan antagonis.
Tokoh Protagonis biasanya baik dan tidak jahat. Dalam beberapa cerita, tidak semua protagonis menjadi jagoan atau baik. Adakalanya protagonis bertingkah seperti antagonis yang kemudian dikenal sebagai anti-hero (anti-heroine untuk wanita). Protagonis tidak hanya mencakup tokoh utama, tetapi tokoh pendukung yang baik juga dikategorikan protagonis.
Tokoh protagonis membawakan perwatakan yang bertentangan dengan antagonis yang menyampaikan nilai-nilai negatif. Tokoh protagonis merupakan tokoh yang membawakan misi kebenaran dan kebaikan untuk menciptakan situasi kehidupan masyarakat yang damai, aman, dan sejahtera.
Tokoh antagonis (anta, anti = lawan; gone = sudut; berlawanan sudut; berlawanan arah, bertolak belakang) adalah tokoh yang membawakan perwatakan yang bertentangan dengan protagonis atau menyampaikan nilai-nilai negatif.
Tokoh figuran adalah tokoh tambahan yang perannya tidak penting bagi keutuhan tema.
Sumber Tautan:
http://diansucicahyani.blogspot.com/2013/02/pengertian-tokoh-utama-antagonis.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Protagonis
PIDATO DALAM ACARA PERPISAHAN SISWA KELAS VI SDN PANGKUR 1
SEBAGAI WAKIL SISWA KELAS VI
Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.
Yth. Bapak Kepala SDN Pangkur 1
Yth. Bapak Ketua Komite SDN Pangkur 1
Yth. Bapak dan Ibu Guru sekalian
Adik-adik yang berbahagia
Marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Al-hamdulillaahi rabbi l-‘aalamin. Atas rahmat dah hidayah-Nya kita senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat. Khususnya, kita sekalian dapat hadir dalam Acara Perpisahan Siswa Kelas VI SDN Pangkur 1 ini.
Tidak lupa kita sampaikan shalawat kepada Junjungan Kita Kanjeng Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wa-ssalaam yang mengantarkan kita dari Zaman Jahiliyah menuju Zaman yang Terang Benderang ini.
Pada Acara Perpisahan Siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2014/2015 ini, izinkan, saya mewakili teman-teman Kelas VI SDN Pangkur 1. Kami menyadari bahwa selama 6 tahun berturut-turut menjadi siswa di SDN Pangkur 1 ini berusaha menyerap ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang diberikan oleh Bapak dan Ibu Guru sekalian. Sungguh ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang diberikan oleh Bapak dan Ibu Guru sekalian sangat bermanfaat bagi kami baik sekarang maupun waktu yang akan datang. Untuk itu dengan tulus, kami mengucapkan banyak terima kasih. Semoga kegiatan belajar mengajar yang Bapak dan Ibu Guru berikan kami menjadi amal shalih dan memperoleh limpahan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allaahumma, amien.
Di samping itu, dalam setiap kegiatan belajar mengajar, kadang-kadang atau mungkin sering kami membuat Bapak dan Ibu guru kesal, marah dan kecewa. Kami akui bahwa perilaku kami baik sengaja ataupun tidak sengaja membuat Bapak dan Ibu guru kurang berkenan di hati. Sehubungan dengan hal itu, dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sungguh, kami sangat berharap dengan segala ketulusan hati agar kiranya Bapak dan Ibu sekalian bekenan memberikan maaf pada kami.
Selanjutnya kami tujukan kepada Bapak Ibu, Ayah Bunda kami. Dengan ini kami sampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Ayah Bunda. Kami menyadari bahwa betapa Ayah Bunda dengan penuh kasih sayang memberikan perhatian kami demi kemajuan belajar kami sehingga lulus SD. Ayah Bunda telah mendidik dan menjaga kami sehingga kami menjadi siswa yang disiplin dan berprestasi. Di samping itu, kami mohon maaf pada Ayah Bunda kami. Tanpa sepengetahuan Ayah Bunda, mungkin kami membuat keonaran di kelas atau di sekolah. Sehingga ada laporan yang datangnya dari sekolah karena mungkin kami nakal dan sebagainya. Sekali lagi, kami mohon maaf.
Berikutnya, tujukan kepada adik-adik kelas kami yang tercinta. Selama 6 tahun berturut-turut kita bertemu dan sama-sama belajar di sekolah kita yang tercinta ini. Tentu ada rasa suka maupun duka sering kita rasakan. Semua itu tentu saja tidak akan terlupakan begitu saja dan akan menjadi kenangan selamanya. Tirulah apa yang baik dari kami. Tirulah prestasi yang kami raih. Jangan tiru perilaku yang tidak baik. Ada kesalahan dari kami, dengan ini kami minta maaf kepada adik-adik. Selamat tinggal, Adik-adik. Tetap semangat belajar. Raga boleh berpisah, jiwa kita tetap akan selalu bersama. Sama-sama belajar, sama-sama menuntut ilmu untuk meraih cita-cita.
Selanjutnya, kami mohon doa restu kepada Bapak dan Ibu Guru, Ayah dan Bunda, serta adik-adik, sehinggga kami dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Kami pun berharap, semoga sekolah kita yang tercinta ini semakin maju dan berjaya di masa mendatang. Allaahumma, amien.
Kiranya saya cukupi sekian saja sambutan kami. Ada kekurangan, saya mohon maaf. Terima kasih atas segala perhatian. Billaahi taufiq wal-hidayah, wassalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.
Dibuat di : Pangkur
Pada tanggal : 04 Mei 2015
Disampaikan pada tanggal : 16 Juni 2015
Oleh:
HANIF ARITOGAR AFIANTA
MENGOLAH PERIBAHASA MENJADI JOKE SEGAR OLEH KI PANDHU ARYA DINATA
Peribahasa sering dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tatkala orang tidak bisa berterus terang, maka ia akan mengemukakannya dengan menggunakan peribahasa. Namun peribahasa yang ada selama ini hanya dipergunakan sebatas apa yang ada saja. Artinya dari dulu peribahasa itu berbunyi demikian. Jarang ada orang yang berani mengolahnya. Misalnya: Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, yang maksudnya bersakit-sakit dahulu,bersenang-senang ke tepian. Haruskah berlaku demikian?
Tentu bisa berlaku kebalikannya. Maka peribahasanya akan berbunyi: Berenang-renang ke hulu, berakit-rakit ke tepian, yang maksudnya Bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian.
Berikut ini beberapa bentukan peribahasa yang bisa berfungsi untuk menyindir seseorang atau keadaan.
Peribahasa 1
Berenang-renang ke hulu ketemu buaya.
Berakit-rakit ke tepian ketemu macan.
Bersenang-senang dahulu ketemu bahagia.
Bersakit-sakit kemudian meningkatkan iman.
Peribahasa 2
Kerbau punya susu, sapi punya nama. Meskipun kalian memiliki kerbau perahan. Air susunya melimpah. Kalian tak pernah mengatakan sebagai air susu kerbau (AIK). Kalian akan mengalihkan sebagai air susu sapi (AIS).
Kerbau pun tidak pernah merasa tersinggung. Suatu ketika ia sempat berseloroh,”Kok saya jadi kelinci percobaan? Mestinya yang jadi kelinci percobaan itu kambing dulu atau domba dulu!”.
Tapi tukang perah pun berkilah,”Tidak bisa. Kita tidak bisa mencari kambing hitamnya. Masalahnya kambing-kambing yang ada di sekitar sini tidak hitam. Juga kita tidak boleh mengadu domba. Masalahnya domba-domba yang ada di sekitar sini tidak mau diadu.”
Mendengar tanggapan tukang perah, kerbau pun ngeyel (baru kali ini ada kerbau ngeyel),”Masalahnya, bisa ngga kalian mengusahakan kuda liar, biar kalian bisa memproduksi (air) susu kuda liar atau kalau disingkat ASKL?”.
Bukan hanya itu persoalannya, dulu kami sempat gegabah,”Karena nila setitik rusaklah (air) susu sebelanga.”
Kerbau pun menanggapi,”Saya yakin kalian tidak gegabah, masalahnya mungkin ada yang menyusup di kandang ayam, misalnya musang berbulu ayam.”
“Lalu apa hubungannya dengan nila setitik?”
“Siapa tahu musang berbulu ayam itu bukan memburu ayam, tetapi menaruh nila di dalam belanga?’
Peribahasa yang Sesuai Dalam Karangan
Penggunaan peribahasa dalam karangan akan memberi impresi positif kepada pemeriksa bahawa anda mempunyai pengetahuan bahasa yang luas termasuk peribahasa. Oleh itu, saya berharap anda menggunakan sekurang-kurangnya lima peribahasa dalam setiap karangan.
24. Besar-besar istana raja, kecil-kecil pondok sendiri
– betapa senangnya di rumah besar kepunyaan orang lain, tidaklah sama dengan rumah sendiri biarpun kecil.
25. Besar tidak boleh disangka bapa, kecil tidak boleh disangka anak
– kepandaian atau kelebihan terdapat pada semua orang, tidak kira tua atau muda.
26. Biar mati anak, jangan mati adat
– adat resam tidak boleh dilanggar.
27. Biar putih tulang, jangan putih mata
– lebih baik mati daripada menanggung malu.
28. Buat baik berpada-pada, buat jahat jangan sekali
– berbuat baik janganlah berlebih-lebihan tetapi jangan sekali-kali berbuat jahat.
29. Carik-carik bulu ayam, lama-lama bercantum juga
– pergaduhan sesama keluarga tidak berpanjangan, akhirnya berbaik-baik semula.
30. Di luar bagai madu, di dalam bagai hempedu
– tipu muslihat biasanya dilakukan dengan perkataan yang lemah lembut dan manis.
31. Di mana ada kemahuan, di situ ada jalan
– jika mempunyai cita-cita seseorang akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapainya.
32. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di mana tanah dipijak, di situ jalan dilalui. Di mana jalan dilalui, di situ banyak lalu lalang. Di mana ada lalu lalang, di situ ada keramaian. Di mana ada keramaian, di situ ada yang datang ada yang pergi. Di mana ada yang datang dan ada yang pergi, di situ ada tegur sapa. Di mana ada tegur sapa, di situ ada tanya jawab. Di mana ada tanya jawab, di situ masalah diselesaikan. Di mana masalah diselesaikan, di situ satu sengketa teratasi. Di mana satu sengketa teratasi, di situ muncul masalah lagi. Di mana ada masalah lagi, di situ banyak dibicarakan. Di mana banyak dibicarakan, di situ ada sekumpulan orang punya kepentingan. Di mana ada sekumpulan orang punya kepentingan, di situ masing-masing berebut pengaruh. Di mana masing-masing berebut pengaruh, di situ ada pemaksaan kehendak. Di mana ada pemaksaan kehendak, di situ masing-masing tidak mau mengalah. Di mana masing-masing tidak mau mengalah, di situ masalah tidak pernah diselesaikan. Di mana masalah tidak pernah diselesaikan, di situ biasanya berakhir tanpa penyelesaian. Di mana? Di mana-mana!
– kita hendaklah mematuhi peraturan tempat yang kita diami
33. Diam-diam ubi berisi, diam-diam penggali berkarat
– diam orang yang berilmu itu berfikir sementara diam orang yang bodoh itu sia-sia sahaja.
34. Didengar ada, dipakai tidak
– nasihat yang sia-sia.
35. Enggang sama enggang, pipit-sama pipit
– bergaul dengan orang yang sama taraf.
36. Gajah mati meninggalkan tulang, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama
– jasa dan nama baik seseorang yang mati akan dikenang juga.
37. Gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah
– pergaduhan antara dua orang besar atau pemerintah, rakyat yang mendapat kesusahan.
38. Genggam bara api biar sampai jadi arang
– membuat sesuatu pekerjaan yang susah, hendaklah sabar sehingga mencapai kejayaan.
39. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari
– tingkah laku guru akan menjadi ikutan murid.
40. Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang juga
– budi baik seseorang tidak akan dilupakan walaupun dia telah mati.
41. Harapkan pagar, pagar makan padi
– seseorang yang dipercayai untuk menjaga sesuatu, dia pula yang mengkhianati kita.
42. Hati gajah sama dilapah, hati kuman sama dicecah
– pembahagian yang sama rata.
43. Hati hendak semua jadi
– jika ada kemahuan, semua kerja akan jadi.
44. Hendak seribu daya, tak hendak seribu dalih
– jika berkehendakkan sesuatu akan berusaha untuk mendapatkannya, tetapi jika tidak mahu membuat sesuatu pekerjaan, berbagai-bagai alasan boleh diberikan.
45. Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah
– semasa hidup kita mestilah mengikuti adat resam, dan apabila sudah mati terserah pada hukum Tuhan.
46. Hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing
– tolong-menolong dalam kehidupan
Senin, 08 Juni 2015
SUDUT BAHASA : PESOHOR ATAU PENYOHOR (?)
Oleh Ki Pandhu Arya Dinata
pesuruh orang yang disuruh
penyuruh orang yang menyuruh
pesohor orang yang dibuat tersohor
penyohor orang yang membuat orang atau sesuatu tersohor
perusuh orang yang berbuat rusuh
perusuh orang yang dibuat menjadi rusuh
perajin orang yang berbuat rajin; orang yang bekerja dengan rajin
pelari orang yang suka berlari
pelari orang yang melarikan diri atau melarikan (orang atau sesuatu)
pesakit
penyakit
peserta orang yang disertakan, orang yang (ikut) serta
penyerta
pesepak
penyepak
petinju orang yang hobinya/pekerjaannya bertinju
peninju orang yang hobinya/kesukaannya meninju
pegulat orang yang hobinya/pekerjaannya bergulat
penggulat orang yang hobinya/kesukaannya menggulat
peubah
pengubah
pejabat
penjabat
pejalan
penjalan
petugas
penugas
petaruh
penaruh
petarung
penarung
petangkal
penangkal alat atau orang yang bertugas untuk menangkal
petunjuk alat yang dipergunakan untuk menunjuk(kan) sesuatu
penunjuk alat atau orang yang bertugas menunjuk
sohor berasal dari syahur/asyhur(?) masyhur
tersohor termasyhur
pesohor orang yang disohorkan/dimasyhurkan
penyohor orang yang hobinya/tugasnya/pekerjaannya menyohorkan sesuatu/orang
NAMA-NAMA TEMPAT DI AMERIKA YANG BERASAL DARI TIMUR TENGAH/BAHASA ARAB
Albany -
Andalusia -
Attalla -
Lebanon -
Salem - Salaam
Karibia - Qariiban
Jamaika -
Cuba - Quba
Havana - La-Habana
Grenada
Barbados -
Bahama -
Nassau -
Al-Cantara -
Bahia -
Appalachian Afala-che
Absarooka - Abshaaruka
Toledo -
Minggu, 07 Juni 2015
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA, POKOK BAHASAN : MEMAHAMI DENAH DAN PETA
Pokok Bahasan : Memahami Denah dan Peta merupakan salah satu pokok bahasan yang perlu disampaikan/disajikan oleh Guru Bahasa Indonesia. Hal ini mengarahkan siswa agar mereka benar-benar memahami orientasi tempat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada undangan yang disertai dengan denah. Hal ini akan memudahkan tamu undangan untuk menghadiri resepsi yang diselenggarakan oleh tuan rumah. Denah yang dipampangkan dalam bentuk sederhana. Artinya hanya jalan-jalan tertentu yang dicantumkan. Hal ini (diharapkan) sudah cukup jelas dapat dibaca dan dipahami.
Hal penting sebagai prinsip dalam membuat denah dan peta ialah:
--> Atas = Utara; Jauh/Terjauh
--> Bawah = Selatan; Dekat/Terdekat
Dalam menyusun denah kelas juga harus diperhatikan prinsip seperti tersebut di atas.
Nama-nama siswa/foto-foto siswa yang duduk di bangku dekat/terdekat dipampangkan di bagian bawah. Kemudian berturut-turut sampai yang jauh/terjauh. Artinya nama-nama siswa/foto-foto siswa yang duduk di bangku jauh/terjauh dipampangkan di bagian atas daftar peserta ujian ....
Tanpa memperhatikan hal tersebut di atas, daftar peserta ujian .... akan tidak bermanfaat. Daftar peserta ujian .... semacam ini akan membuat bingung pengawas yang hadir di ruang ujian yang bersangkutan.
Bagaimana halnya dengan rambu-rambu?
Seharusnya rambu-rambu dibuat dengan mematuhi aturan tersebut di atas.
Jika dari arah Caruban mau melewati Jalan Raya Caruban - Ngawi tentu rambu-rambu yang terpampang tertulis:
SOLO
SRAGEN
NGAWI
PADAS
KARANGJATI
Artinya SOLO arah dan jarak terjauh, sedangkan KARANGJATI arah dan jarak terdekat.
Demikian sekilas pembelajaran dengan pokok bahasan : MEMAHAMI DENAH DAN PETA (perlu disunting lebih lanjut)
Langganan:
Postingan (Atom)