Rabu, 11 Februari 2015
CARA ALAMI MENCEGAH DAN MENUMBUHKAN KEMBALI RAMBUT YANG RONTOK
Tidak ada yang lebih menarik daripada mempunyai rambut kepala yang tebal dan sehat alami. Mempunyai masalah kerontokan rambut bisa menjadi malapetaka bagi kehidupan sosial Anda. Menjadi minder dan menutupinya dengan topi mungkin akan Anda lakukan.
Ada beberapa faktor di balik rambut rontok seperti pengaruh lingkungan, penuaan, terlalu stres, merokok berlebihan, kekurangan nutrisi, ketidakseimbangan hormon, faktor genetik, infeksi kulit kepala, penggunaan produk rambut yang salah atau banyak mengandung kimia, obat-obatan tertentu dan kondisi medis seperti gangguan tiroid, penyakit autoimun, sindrom ovarium (PCOS), anemia dan penyakit kronis.
Ada sekitar 100.000 helai rambut di kulit kepala Anda dan dianggap masih normal jika Anda kehilangan 50 sampai 100 helai per hari. Tetapi ketika rambut rontok lebih dari itu, sudah waktunya bagi Anda untuk mengambil beberapa tindakan sehingga tidak berkembang menjadi kebotakan atau bintik-bintik botak. Banyak bahan alami disekitar Anda yang dapat digunakan untuk mengobati kerontokan rambut.
Berikut pengobatan alami untuk rambut rontok.
1. Pijat Minyak Rambut
Langkah pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kerontokan rambut adalah dengan memijat kulit kepala Anda dengan minyak rambut yang tepat. Pemijatan kulit kepala yang tepat akan meningkatkan aliran darah ke folikel rambut, dan meningkatkan kekuatan akar rambut Anda. Ini juga akan mempromosikan relaksasi dan mengurangi perasaan stres.
Anda dapat menggunakan minyak rambut seperti minyak kelapa atau minyak almond, minyak zaitun, minyak jarak, minyak amla atau lainnya. Tambahkan beberapa tetes minyak esensial rosemary sebagai minyak dasar untuk hasil yang lebih baik dan lebih cepat. Jenis minyak yang dapat Anda gunakan adalah minyak emu, minyak argan, dan minyak gandum.
Pijat kulit kepala dengan salah satu minyak rambut yang tersebut diatas dengan menerapkan tekanan ringan dengan ujung jari Anda. Lakukan ini setidaknya sekali seminggu.
2. Gooseberry India (amla)
Untuk pertumbuhan rambut alami dan cepat, Anda dapat menggunakan gooseberry India, juga dikenal dengan sebutan amla. Gooseberry India kaya akan vitamin C, dimana kekurangan vitamin ini dalam tubuh dapat menyebabkan rambut rontok.
Anti-inflamasi, antioksidan, sifat exfoliating yang hadir dalam gooseberry India dapat membantu menjaga kesehatan kulit kepala dan meningkatkan pertumbuhan rambut.
– Campurkan satu sendok makan setiap bubuk gooseberry India dan jus lemon.
– Pijat kulit kepala Anda dengan campuran ini secara menyeluruh. Tutup rambut dengan shower cap.
– Biarkan semalam dan keramas rambut Anda di pagi hari.
3. Fenugreek
Fenugreek, juga dikenal sebagai methi, sangat efektif dalam mengobati rambut rontok. Biji fenugreek mengandung hormon anteseden yang meningkatkan pertumbuhan rambut dan membantu membangun kembali folikel rambut. Mereka juga mengandung protein dan asam nikotinat yang merangsang pertumbuhan rambut.
– Rendam satu cangkir biji fenugreek dalam air semalam.
– Di pagi hari, giling untuk membuat pasta.
– Oleskan pasta tersebut ke rambut Anda dan tutup dengan shower cap. Setelah sekitar 40 menit, bilas rambut Anda.
– Ulangi setiap pagi selama satu bulan.
4. Jus Bawang merah
Jus bawang merah mengandung sulfur yang tinggi, yang membantu meningkatkan sirkulasi darah ke folikel rambut, meregenerasi folikel rambut dan mengurangi peradangan.
Sifat antibakteri dalam jus bawang juga membantu membunuh kuman dan parasit, serta mengobati infeksi kulit kepala yang dapat menyebabkan rambut rontok.
Sebuah studi tahun 2002 yang diterbitkan dalam Journal of Dermatology, hampir 74 persen peserta penelitian yang diterapkan jus bawang pada kulit kepala mengalami pertumbuhan kembali rambut yang signifikan.
Ekstrak jus dari satu bawang merah dengan kisi dan kemudian saring. Terapkan jus langsung ke kulit kepala. Biarkan selama sekitar 30 menit, dan kemudian cuci. Terakhir, keramaslah.
Atau campur tiga sendok makan jus bawang dan dua sendok makan gel lidah buaya. Anda juga dapat menambahkan satu sendok makan minyak zaitun. Oleskan campuran ini ke kulit kepala Anda dan biarkan selama 30 menit sebelum membilasnya dan keramas.
Ulangi salah satu dari obat ini dua atau tiga kali seminggu selama beberapa minggu.
5. Aloe Vera
Lidah buaya mengandung enzim yang secara langsung meningkatkan pertumbuhan rambut yang sehat.
Penggunaan teratur juga dapat meringankan gatal pada kulit kepala, mengurangi kemerahan pada kulit kepala dan peradangan, menambah rambut lebih berkilau dan mengurangi ketombe. Anda bisa menggunakan gel lidah buaya atau jus lidah buaya.
– Oleskan gel lidah buaya atau jus ke kulit kepala.
– Biarkan selama beberapa jam dan kemudian mencucinya dengan air hangat.
– Ulangi proses ini 3-4 kali seminggu.
Dikutip dari sumber:
http://perpustakaanindonesia.com/2014/12/22/5-cara-alami-mencegah-dan-menumbuhkan-kembali-rambut-rontok/
Minggu, 08 Februari 2015
MENYONGSONG KURIKULUM 2016
Kurikulum 2013 (K-13) tidak diberlakukan, dan kembali [lagi] ke Kurikulum 2006 atau yang lebih dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Itu berarti bahwa Kurikulum 2013 tidak berumur panjang, sedangkan KTSP dipanjangkan umurnya. Tentu para pakar pendidikan "mikir-mikir" kurikulum macam apa pula yang bisa diterapkan di negeri kita yang tercinta ini? Maksudnya kurikulum yang bakal lahir nanti diharapkan tidak terjadi pro kontra. Artinya jangan sampai nanti ada yang setuju kepada yang pro, dan sebagian yang sepakat untuk kontra.
Terjadinya pro kontra memang wajar saja di dunia yang penuh dinamika ini. Namun teramat disayangkan, apabila di balik hal itu ternyata terdapat berbagai kepentingan yang tak pernah kunjung disepakati. Masing-masing pihak berdalih atas kepentingannya. Tidak jelas memang kepentingannya apa, orang sering dikemukakan berbelit-belit yang ujung-ujungnya tentu berlatar belakang menggapai keberuntungan sebanyak-banyaknya tanpa mempertimbangkan maslahah dari produk yang diterbitkan, semisal kurikulum.
Jalan kompromi memang teramat panjang dan melibatkan berbagai pihak. Pertimbangan demi pertimbangan harus dikemukakan secara terbuka, termasuk khalayak yang berpikiran sederhana sekalipun. Apalah artinya ide-ide cemerlang dikemukakan, tetapi hanya dimengerti oleh beberapa gelintir orang. Sedangkan masyarakat awam tidak pernah mengerti sama sekali, bahkan merasa jadi korban. Sebagai produk berkualitas, kurikulum tidak bisa dilahirkan dengan cara coba-coba. Jika tidak terjadi pro kontra, berarti sukses. Jika terjadi pro kontra, berarti produk yang bernama kurikulum itu lahir prematur yang kemudian dikebumikan.
Jika mekanisme 10 tahunan diberlakukan, berarti Kurikulum 2006 akan berlaku 10 tahun. Itu berarti jatuh temponya pada tahun 2016. Kita tunggu saja, para ahli mikir-mikir menyongsong kurikulum 2016. Pemerintahan sekarang ini yang baru berjalan 100 hari lebih, tentu menyongsong pula dan jangan sampai terjadi seperti lagu yang didendangkan oleh Bang Haji Rhoma Irama...."Kau yang mulai, kau yang mengakhiri..." yang bisa ditafsirkan ..."Kau yang membuat kurikulum, kau pun yang tidak memberlakukan kurikulum itu"... Hal seperti ini bakal menjadi preseden buruk bagi pendidikan kita. Ya kita tunggu saja, sambil kita menikmati Kurikulum 2006 yang disediakan...
Minggu, 01 Februari 2015
SEKILAS MENGENAL [KEMBALI] MANTRA
Diselia oleh Ki Pandhu Arya Dinata
Mantra adalah merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan.
Mantra tidaklah sama maknanya dengan doa. Mantra juga bukan doa!
Doa merupakan permohonan kepada Tuhan sesuai dengan kepercayaan yang kita anut. Sedangkan mantra itu merupakan daya hidup.
Seumpama senapan, mantra merupakan pemicu senapan. Pemicu senapan sebagai daya hidup. Senapan dan pemicunya merupakan senjata. Kata-kata dalam mantra merupakan senapan dan pemicunya sebagai teknologi spiritual. Teknologi spiritual semacam ini merupakan teknologi kuna yang termasuk kategori tingkat tinggi sebagai hasil karya leluhur nusantara di masa silam.
Makna mantra itu sendiri sering kali simpang siur. Sehingga tidak jarang terjadi kesalahpahaman dalam memaknai mantra. Yang sering terjadi, bahwa mantra dianggal sebagai hal yang selalu berhubungan dengan makhluk halus dan bersifat negatif. Mantra selalu ditafsirkan sebagai kekuatan setan atau kekuatan hitam. Padahal tidak demikian.
Ada seorang dukun santet yang mengucapkan lafal tertentu. Tampak ia komat kamit. Hal ini bukan termasuk sejenis mantra. Lafal yang ia ucapkan hanyalah merupakan password atau kata kunci atau kode isyarat. Password ini berupa kata-kata untuk memanggil sekutunya yakni sejenis jin, “setan” atau makhluk gaib sebagai pesuruh. Mereka bersekutu untuk mencelakai korbannya.
Dalam tradisi meditasi ala Kejawen dikenal berbagai macam mantra. Dalam filsafat kejawen mantra dipahami tak ubahnya sebagai sarana atau alat, atau senjata hasil karya cipta manusia untuk digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Alat atau senjata yang berupa suara atau kalimat yang memiliki makna sangat mendalam (esensial).
Karena berupa alat atau media, mantra bersifat netral. Artinya baik atau buruknya mantra bukan berada dalam isi mantra itu namun tergantung orang yang menggunakan. Meskipun demikian sebagaimana alat, ada yang bisa digunakan untuk kedua-duanya yakni kebaikan dan keburukan. Ada pula yang bisa digunakan untuk sarana kebaikan saja, bahkan hanya keburukan saja. Itulah rahasia mantra.
Karena seringkali orang memanfaatkan mantra untuk merugikan orang lain dan mencari keuntungan pribadi maka timbul konotasi negatif. Padahal sebenarnya mantra sama halnya dengan pisau, bisa disalahgunakan untuk merampok orang, bisa juga dimanfaatkan untuk sarana rumah tangga.
Dalam tradisi kejawen dan tradisi sinkretisme terdapat beberapa mantra yang lazim digunakan dalam olah meditasi. Misalnya sebagai berikut:
Mantra 1
Kakang kawah adi ari-ari
kadangku kang lair nunggal sedina
lan kadangku kang lair nunggal sewengi
sedulurku papat keblat lima pancer
ewang-ewangana anggonku madeg semedi
Mantra 2
Sangkun dzat sukma
sukma kang ana sanjabaning wayangan
ni endang sukma kang mider ana sajroning wayangan
sira aja ngaling-alingi
aku arep ketemu kadangku kang sejati
kang langgeng ora owah gingsir
saperlu kanggo meruhi sejatiningsun
Mantra 3
Ingsun tajalining dat kang Mahasuci
kang amisesa
kang kuwasa angandika : kun – payakun
dadi saciptaningsun
ana sasedyaningsun
teka sakarsaningsun
metu saka kodratingsun
Mantra 4
Assalamu ’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
Sumber:
http://archive.kaskus.co.id/thread/4892886/160
http://webpuisi.blogspot.com/2008/11/mantra.html
Sabtu, 31 Januari 2015
MEMBINA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PUISI DAN CERITA PENDEK
Seperti tahun-tahun lalu, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OOSN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSSN) diselenggarakan pada bulan Mei. Seperti biasanya, informasi atau surat edaran datangnya "mendadak". Artinya waktu tinggal 1 - 2 minggu. Lalu persiapan bagi para siswa yang diikutsertakan hanya 1 - 2 minggu. Cukupkah? Sudah barang tentu tidak cukup. Alhasil, prestasi mereka asal-asalan. Asal bisa diikutkan di tingkat kabupaten.
Ada kiat khusus bagi sekolah tertentu yakni mempersiapkan diri jauh-jauh sebelumnya. Artinya jika OOSN dan FLSSN diselenggarakan pada Mei 2015, maka pada awal tahun pelajaran 2014/2015 sudah dibuka Kegiatan Ekstrakurikuler Bina Prestasi. Kegiatan ini diselenggarakan setiap Sabtu, sesudah kegiatan belajar mengajar. Para pesertanyapun terbatas, yakni para siswa yang memang mempunyai hobi yang dimaksud. Yang berhobi menulis puisi mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Bina Prestasi Puisi. Yang berhobi menulis cerita pendek mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Bina Prestasi Cerita Pendek. Demikian pula untuk Atletik Tolak Peluru, Renang, dan sebagainya.
Namun, ternyata tidak semudah membalikkan tangan. Para siswa yang antusias ikut awalnya banyak, namun lama kelamaan berkurang. Sudah barang tentu, hal seperti ini menjadi perhatian dan keprihatinan tersendiri. Mereka memang perlu mendapat pengertian bahwa kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan bukan untuk kepentingan sekolah, tetapi untuk kepentingan mereka masing-masing dalam mengembangkan hobinya.
Ketika memasuki semester genap, yakni Januari - Februari 2015 seperti kita hayati sekarang, sebenarnya sudah termasuk mendesak. Bagi sekolah-sekolah yang tidak bervisi ke depan, tetap saja menggunakan prinsip "ala carte". Artinya sekedarnya, jika memang bisa diikutsertakan yang diikutsertakan, jika memang tidak mampu mengikuti ya sudah tidak usah mengikuti. Tanpa ada kejelasan tujuan ke depan.
Sekarang tinggal bagaimana menyikapi menyongsong OOSN dan FLSSN 2015 yang sebentar lagi hadir, di sela-sela menyongsong para siswa kelas IX menghadapi Ujian Nasional 2015. Waktu pun mengalir tanpa kita mampu membendungnya!!!
Rabu, 28 Januari 2015
KURIKULUM BERORIENTASI MANFAAT DAN SEKOLAH BERBASIS AGAMA
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sepanjang perjalanan bangsa Indonesia mengisi kemerdekaan ini, kurikulum telah mengalami pergantian beberapa kali. Mulai dari kurikulum 1968, kemudian Kurikulum 1975. Sembilan tahun kemudian, Kurikulum 1984. Lalu diikuti Kurikulum 1996, 2004, 2006 (KTSP). Dan yang terakhir, tidak berumur panjang, yaitu Kurikulum 2013. Dalam pembelajaran, kurikulum-kurikulum ini selalu berorientasi tujuan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selalu dikemukakan tujuan pembelajaran, baik tujuan instruksional umum, maupun tujuan instruksional khusus.
Tujuan pembelajaran itu seperti tujuan menempuh suatu perjalanan. Misalkan dari Wonokromo siswa dapat melaksanakan perjalanan sampai pelabuhan Tanjung Perak. Kalau siswa sudah sampai di pelabuhan Tanjung Perak, berarti tujuan pembelajaran itu tercapai. Lalu apa manfaatnya? Siswa tidak pernah bisa memanfaatkan dari tujuan yang dimaksud. Yang penting sudah sampai tujuan. Maka wajar saja bahwa selama ini kurikulum yang berorientasi tujuan, tidak pernah menunjukkan manfaat yang signifikan. Kalau diambil pokoknya saja: Pokoknya tujuan tercapai, tuntaslah sudah. Itulah kurikulum yang tidak berorientasi manfaat. Lalu kapan ada kurikulum yang berorientasi manfaat? Kita tunggu saja sampai 2016 (10 tahun berlakukanya Kurikulum 2006/KTSP).
Juga, akhir-akhir ini marak sejumlah siswa SD yang berbondong-bondong masuk sekolah bukan SMP (sekolah umum) tetapi sekolah yang muatan agamanya lebih banyak seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs). Mengapa? Ini disebabkan oleh kurangnya jam pelajaran bagi pendidikan agama. Para orang tua pun bagaimanapun secara naluri fithriyah ingin anak-anaknya bermoral mulia (akhlaq al - karimah). Maka wajar, mereka ingin anak-anaknya mendapat pembelajaran agama yang lebih daripada di sekolah umum. Lalu sekolah umum (SMP) bak pak jenggot yang kebakaran jenggot berusaha menggenjot muatan agamanya dengan cara menyelenggarakan kuliah tujuh menit (kultum) sebelum pelajaran dimulai, tartil Qur'an, shalat Dhuha, kegiatan ekstrakurikuler Taman Pendidikan Al - Qur'an, peringatan hari besar Islam, dan sebagainya. Memang sah-sah saja menyelenggarakan hal semacam. Yang penting tidak panas-panas tahi ayam. Artinya penyelenggaraan kegiatan keagamaan seperti itu jangan hanya mendekati Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Lalu setelah siswa baru diterima, kegiatan semacam lenyap alias raib bagai ditelan bumi.
Ada pula SD-SD yang "berlangganan" siswa-siswanya bersekolah di SMP (satu-satunya sekolah lanjutan tingkat pertama di kecamatan) agar di SD-SD tersebut ada pembinaan pramuka sepekan sekali. Hal yang bagus dan itu perlu disambut baik. Caranya penggalang terap yang ada di SMP bisa melakukan kunjungan dan praktik membimbing adik-adiknya yang siaga di SD. Sebaran para penggalang terap di SD-SD sungguh bakal menarik simpati SD-SD setempat dan sekitarnya. Tentu pihak Kwarcab pun jangan kebakaran jenggot: KOK NGGA LEWAT LEMDIKACAB YA? Tentu saja pihak Kwarcab harus introspeksi bahwa selama ini kiprahnya bagai di atas angin saja, tidak pernah turun ke pelosok-pelosok gugus depan (gudep). Ayo maju terus adik-adik penggalang terap, yang penting kalian sedikit demi sedikit memperoleh wawasan kependidikan dan ilmu kependidikan dari para pembimbing yang ada di gugus depan baik di SMP maupun di SD. Selamat berkiprah!
Selasa, 27 Januari 2015
KORDINASI SEHARUSNYA LEBIH DITINGKATKAN
Dua orang pengawas tiba-tiba datang di suatu sekolah. Dikatakan tiba-tiba, karena tanpa pemberitahuan dan atau tanpa perencanaan terlebih dahulu. Bukan karena, takut diawasi atau diinspeksi semacam inspeksi mendadak. Tetapi sebenarnya lebih dari itu. Lebih-lebih lagi bahwa kedatangan mereka 30 menit menjelang kegiatan belajar mengajar jam terakhir sebelum usai. Itu berlaku bagi siswa kelas VIII dan kelas VII. Sedangkan siswa kelas IX menghadapi Try Out versi sekolah. Atas perintah kepala sekolah, guru Bimbingan dan Konseling menyampaikan pengumuman tepatnya pemberitahuan lewat pelantang suara yang kelewat lantang bahwa guru-guru yang sedang mengajar supaya berkumpul di laboratorium, karena akan mendapat bimbingan dan arahan dari pengawas. Sudah barang tentu, guru-guru menurut alias tidak satupun membangkang. Lalu bimbingan dan arahan dari dua orang pengawas pun berlangsung. Intinya mengenai sosialisasi Petunjuk Teknis PP Nomor 46 Tahun 2011 (yang diterbitkan pada 30 Desember 2011). Hal ini terkait dengan Penilaian Prestasi Kerja (PPK), Sasaran Kerja Pegawai (SKP), dan Perilaku Kerja (Pegawai). Ditengarai terjadi perbedaan pemahaman atas penilaian yang sedang dan akan berlaku. Tidak pelak lagi, lewat sampling, memang terjadi perbedaan pemahaman. Diskusi pun berlangsung berlarut-larut. Sementara guru urusan kurikulum merasa resah dan gelisah, karena para siswa kelas IX yang direncanakan menghadapi Try Out versi sekolah tak kunjung diselenggarakan. Juga guru-guru yang mata pelajaran di-UN-kan terlibat mengikuti sosialisasi. Akhirnya, guru urusan kurikulum memberanikan diri untuk memberitahukan kepada pengawas bahwa akan diselenggarakan Try Out versi sekolah. Delapan orang guru pun keluar dan langsung menuju kelas masing-masing.
Sungguh hal ini sangat disesalkan mengapa bisa terjadi? Bukan karena apa, tentu sebagai tuan rumah, sekolah harus mempersiapkan akomodasi. Selebihnya harus ada kordinasi. Kalau tidak, maka seperti kejadian sehari-hari: AKTIVITAS SELALU NGGAK NYAMBUNG, DAN NGGAK JELAS TUJUANNYA. Gimana sich?
Langganan:
Postingan (Atom)