Sebagai renungan kita di akhir tahun 2014 ini:
Ketika aku ingin hidup kaya, aku lupa bahwa hidup adalah
sebuah kekayaan.
Ketika aku takut memberi, aku lupa bahwa semua yang aku
miliki adalah pemberian.
Ketika aku ingin jadi yang terkuat, aku lupa bahwa Allah
yang memberikan aku kekuatan.
Ketika aku takut rugi, aku lupa bahwa hidupku sebuah
keberuntungan.
Ternyata hidup ini sangat indah, jika kita tahu selalu
bersyukur dengan apa yang sudah ada. Selalulah senang dan suka berbuat baik.
Jangan pernah berkata,”Esok ‘kan masih ada waktu…”
Karena setiap saat, jarum jam itu dapat berhenti. Bukan
keberuntungan yang menjadikan kita bijak, tetapi kebijakan kitalah yang
menjadikan kita beruntung.
Selamat tahun 2015 M, semoga Allah selalu memberikan kita
kesehatan, keselamatan, dan sukses selalu. Amien.
Sahabat itu seperti bintang, walaupun jauh dia bercahaya.
Meski kadang menghilang, dia tetap ada, tak mungkin dimiliki, tak bisa pula
dilupakan.
Selamat hari guru.
Tidak perlu dikomentari, ini hanya perjalanan hidup saya
jadi guru sejak maret 1986.
Berhasil dalam tugas sudah tradisi.
Tidak berhasil, sanksi menanti.
Loyalitas harga mati.
Tidak loyal dimutasi.
Pulang cepat dimarahi.
Datang cepat tidak dihargai.
Hidup kaya dicurigai.
Kalau miskin salah sendiri.
Usaha sana-sini potong gaji.
Potong gaji bank dan koperasi tiap bulan sudah menanti.
Naik gaji cuma sensasi.
Alhamdulillah sekarang ada sertifikasi.
Selamat hari KORPRI 29 November 2014
(Koesno “Umar Kayam” Kromomihardjo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar